Opa Daniel memarahi cucunya yang hendak ke gereja memakai kaus dan celana pendek. Bagi Opa Daniel, pakaian itu tidak pantas untuk ke gereja. “Kalau ke gereja, pakailah baju yang terbaik. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita punya, tetapi untuk menghormati Tuhan yang memberkati kita. Ayo, ganti baju sana!” kata Opa Daniel.
Sahabat senior, bagi Opa Daniel, ke gereja adalah berjumpa dengan Tuhan. Memang manusia dapat berjumpa dengan Tuhan di mana saja, tetapi perjumpaan di gereja dalam ibadah adalah perjumpaan yang istimewa. Itu sebabnya semua orang harus mempersiapkan diri dengan baik, salah satunya dengan berpakaian yang pantas dan penuh hormat. Apa yang dikatakan Opa Daniel mencerminkan apa yang dilakukan oleh Musa. Manusia yang berdosa tidak layak berjumpa dengan TUHAN yang kudus. Saat TUHAN memberi kesempatan bagi umat-Nya untuk menjumpai diri-Nya, mereka mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga sikap hormat.
Di zaman sekarang, apa yang dilakukan cucu Opa Daniel adalah hal yang biasa. Mereka beralasan Tuhan tidak melihat pakaian, tetapi hati. Tentu saja pemahaman ini benar. Namun, memilih pakaian yang terbaik adalah sikap mempersiapkan diri dalam beribadah. Dengan mempersiapkan pakaian, seseorang belajar memiliki sikap hormat kepada Tuhan. Bukankah sikap hormat itu penting?
DOA:
Tuhan, berkatilah mereka yang mengambil bagian dalam pelayanan ibadah. Berkatilah juga mereka yang datang beribadah. Kiranya kemuliaan-Mu kami rasakan dalam setiap ibadah. Amin.
