Banyak orang menggambarkan bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan. Layaknya perjalanan, tentu ada berbagai situasi dan kondisi yang akan ditemui. Terkadang kita melewati jalan yang lebar, halus, dan bebas hambatan seperti jalan tol. Namun, terkadang kita harus melalui jalan yang sempit, berliku, menanjak, dan berlubang. Jalan yang ditempuh terkadang lancar, tetapi ada kalanya terdapat halangan yang dapat menghambat perjalanan.
Setelah 40 tahun umat Israel berjalan menuju Kanaan, akhirnya mereka sampai di tapal batas. Mereka tentu sangat bahagia. Namun, di depan mereka terdapat penghalang, yaitu Sungai Yordan yang arusnya sangat deras dan berbahaya bagi siapa pun yang melintasinya. Situasi ini tentu saja membuat umat Israel merasa khawatir. Namun, ketika para imam yang mengangkat tabut perjanjian Allah berhenti di atas air Sungai Yordan, aliran sungai itu terputus sehingga umat Israel dapat memasuki wilayah Kanaan. Mereka berhasil mengatasi berbagai rintangan karena TUHAN berjalan bersama mereka.
Sahabat Senior, jika kita renungkan perjalanan hidup kita, tentu ada banyak rintangan yang pernah kita hadapi. Jika kita masih diberi kekuatan, itu karena Tuhan berjalan bersama kita. Percayalah bahwa Dia akan selalu memberikan jalan keluar di situasi yang tampak buntu. Marilah kita bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam hidup kita.
DOA:
Ya Tuhan, terima kasih untuk perjalanan hidup sampai di titik ini yang tidak lepas dari penyertaan-Mu, kami percaya Engkau akan terus menyertai perjalanan hidup kami. Amin.
