Teens, saat kamu beribadah di gereja, bagaimana sikapmu? Tentunya khidmat mengikuti setiap bagian dengan penuh perhatian. Namun, pernahkah kamu memerhatikan orang lain yang beribadah dengan tidak serius, bercanda, bermain-main, dan sibuk sendiri? Tidak jarang remaja mengikuti ibadah dengan tidak serius. Tubuhnya ada di ruang ibadah, tetapi pikirannya ke mana-mana. Hal ini terjadi karena sikap yang tidak menghormati ibadah. Sebagai anak-anak yang selalu diberkati, sudah sepantasnya kita bersyukur dan beribadah dengan hormat kepada Allah.
Yakub mengajarkan kepada keluarga dan semua orang yang bersamanya untuk beribadah kepada Allah dengan rasa hormat. Yakub akan beribadah dan mendirikan mezbah di Betel. Ia mempersiapkan orang-orang yang bersamanya untuk menjauhkan ilah-ilah asing, membersihkan diri, dan mengenakan pakaian yang layak karena mereka akan menghadap TUHAN. Yakub mendirikan mezbah untuk bersyukur atas pertolongan-Nya sepanjang hidup, terutama ketika ia mengalami masa-masa kesukaran. Karena itu, mereka harus bersikap hormat kepada TUHAN, datang dengan hati dan diri yang bersih, serta pikiran yang tidak bercabang kepada berhala-berhala lain.
Teens, ibadah adalah ungkapan syukur kepada Allah yang telah memelihara dan menolong kita sepanjang hidup. Karena itu, ibadah kepada Allah tidak boleh kita lakukan dengan tidak hormat. Kita belajar dari Yakub untuk menghormati ibadah, menjauhkan diri dari segala berhala, dan membersihkan diri. Memang kamu tidak menyembah berhala secara fisik, tetapi main game online, scrolling media sosial, dan mengobrol saat ibadah bisa menjadi berhala lain. Maka, hormatilah ibadah dengan mempersiapkan dirimu, tidak datang terlambat, menjauhkan semua yang mengalihkan perhatian, dan berfokus pada semua rangkaian ibadah.
