Teens, pernahkah kamu mengalami pergumulan yang berat? Apa yang kamu lakukan saat itu? Apakah kamu meminta Allah untuk membuang jauh-jauh pergumulan itu, atau membuka dirimu untuk bergumul bersama Allah? Terkadang, ketika kita sedang dalam pergumulan, kita cenderung berdoa dan meminta Allah menghilangkan pergumulan tersebut. Namun, hakikat doa bukanlah demikian, melainkan berjumpa dengan Allah, bergumul bersama-Nya, dan berproses menjadi dewasa
Yakub merasa takut dan gelisah ketika ia akan berjumpa dengan kakaknya, Esau. Yakub ketakutan karena dua puluh tahun sebelumnya ia memperdaya kakaknya untuk memperoleh hak dan berkat kesulungannya. Ia lalu mempersiapkan diri dan keluarganya. Keluarga Yakub menyeberangi Sungai Yabok lebih dahulu, sementara ia tinggal di seberang. Pada saat itulah ia bergumul dengan malaikat yang merupakan perwujudan kehadiran Allah. Dalam pergumulannya bersama Allah, Yakub terkesan memaksa agar diberkati. Namun, dalam pergumulan itu terdapat sebuah proses perjumpaan Yakub dengan Allah. Ia tidak bergumul sendiri. Dalam kegelisahannya, ia bergumul bersama Allah, lalu mengalami proses pengenalan akan dirinya sendiri. Ia pun menerima identitas baru, bukan lagi Yakub, melainkan Israel, yang berarti ‘orang yang bergumul atau berjuang dengan Allah’, sebab ia telah bergumul bersama Allah.
Teens, pergumulan bersama Allah adalah sebuah proses perjumpaan dan pengenalan akan Dia. Dalam pergumulan bersama Allah itu, kamu akan mengalami pendewasaan sehingga mampu menerima keberadaan dirimu dan melihat pergumulanmu secara baru. Bahkan, kamu dapat melihat jawaban doa Allah dengan cara yang lain, yang mungkin tidak sesuai dengan kehendakmu. Pada saat itulah kamu mengalami pendewasaan iman.
