YKB Media

BERDAMAI

Kejadian 33:1-4

Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan.

(Kejadian 33:4)

Edo segera berlari meninggalkan Didi menuju lapangan. Ia mendekati Bandi dan Karel lalu bersiap-siap untuk melempar plastik berisi air ke tubuh mereka. Pak Kris melihat hal itu dan berkata, “Edo, Bapak sudah dengar cerita tentang masalahmu. Bandi, Karel, ayo kalian minta maaf kepada Edo.” Mereka pun bersalaman. “Nah, begitu, dong. Kalian seharusnya berdamai. Karel dan Bandi, kalian tidak boleh nakal lagi,” ujar Pak Kris.

Adik-adik, mari kita membaca Kejadian 33:1-4! Yakub melihat Esau dan pasukannya yang banyak. Yakub berdiri paling depan. Ia siap jika Esau akan membunuhnya. Yakub bersujud sebanyak tujuh kali tanda permintaan maaf. Esau segera berlari, tetapi bukan untuk membunuh adiknya. Esau mendekap dan memeluk Yakub se-bagai tanda damai.

Adik-adik, kita harus meneladani Esau yang bersedia mengam-puni Yakub. Memang tidak mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Mintalah pertolongan dari Tuhan agar kita mampu berdamai dengan musuh-musuh kita.

Doa: Bapa di surga, bantulah aku untuk berdamai dengan sesamaku yang telah

        menyakitiku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

Informasi Harga

Penggantian biaya

Penggantian biaya cetak per eksemplar/edisi (2 bulan) Rp.  9.500,- (belum termasuk ongkos kirim)

Penggantian biaya cetak

penggantian biaya cetak satu tahun (6 edisi) Rp.  95.000,- (sudah termasuk ongkos kirim)

Form berlangganan dan bukti pembayaran

Harap dikirimkan via WA, email atau ke bagian distribusi.

PENTING!!!

Jangan memasukkan uang ke dalam sampul surat.

Pembayaran

Bank Mandiri – Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama Marketing

BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Persembahan Kasih

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

« Maret 2025»
MinSenSelRabKamJumSab
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
Dukungan