Edo segera berlari meninggalkan Didi menuju lapangan. Ia mendekati Bandi dan Karel lalu bersiap-siap untuk melempar plastik berisi air ke tubuh mereka. Pak Kris melihat hal itu dan berkata, “Edo, Bapak sudah dengar cerita tentang masalahmu. Bandi, Karel, ayo kalian minta maaf kepada Edo.” Mereka pun bersalaman. “Nah, begitu, dong. Kalian seharusnya berdamai. Karel dan Bandi, kalian tidak boleh nakal lagi,” ujar Pak Kris.
Adik-adik, mari kita membaca Kejadian 33:1-4! Yakub melihat Esau dan pasukannya yang banyak. Yakub berdiri paling depan. Ia siap jika Esau akan membunuhnya. Yakub bersujud sebanyak tujuh kali tanda permintaan maaf. Esau segera berlari, tetapi bukan untuk membunuh adiknya. Esau mendekap dan memeluk Yakub se-bagai tanda damai.
Adik-adik, kita harus meneladani Esau yang bersedia mengam-puni Yakub. Memang tidak mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Mintalah pertolongan dari Tuhan agar kita mampu berdamai dengan musuh-musuh kita.
Doa: Bapa di surga, bantulah aku untuk berdamai dengan sesamaku yang telah
menyakitiku. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
