“Nek, cerita, dong,” pinta Daniel saat menginap di rumah nenek. Nenek pandai sekali bercerita. Maklum, nenek pernah menjadi guru. Ceritanya bermacam-macam. Ada cerita tentang binatang yang cerdik, terbentuknya danau, atau pemuda yang menjadi batu. Mendengarkan cerita nenek membuat Daniel selalu tidur sambil tersenyum.
Cerita telah lama dipahami sebagai media yang merangsang kecerdasan anak. Cerita juga dapat membangun kedekatan orang tua dengan anak. Melalui cerita, orang tua dapat mewariskan nilai-nilai yang baik kepada anak cucunya. Pemazmur menyampaikan keinginannya untuk bercerita. Ia ingin membuka mulut untuk merangkai kata yang bermakna bagi pendengarnya. Cerita pemazmur beragam. Ada yang dimulai dengan kalimat berhikmat. Ada pula yang diakhiri dengan pertanyaan. Yang pasti, semua yang mendengarkan akan tertawan dan ingin terus mendengarkan. Melalui cerita, pemazmur sedang mengajar. Ia membagikan kisah tentang karya ajaib TUHAN dalam kehidupan umat Allah.
Sahabat Senior, saat ini tradisi bercerita semakin hilang, digantikan oleh tayangan di media sosial yang tampak lebih menarik. Namun, media sosial kerap membuat anak hidup tanpa relasi sosial yang sehat. Sahabat Senior tentu gelisah dengan keadaan demikian. Mari, ajari anak cucu kita untuk mendengarkan cerita.
DOA:
Tuhan, kisah hidup kami bagai cerita. Adegan demi adegan terangkai menjadi satu kesatuan yang indah. Mampukan kami menceritakan keindahan kasih Tuhan dalam hidup kami. Amin.
