“Ma, kelihatannya Mama sedang senang sekali,” kata Didi. “Iya, Di. Mama senang sekali karena pohon mangga di halaman rumah kembali berbuah. Buahnya manis, daging buahnya tebal, dan harum baunya. Mama juga ingin membagikan buahnya kepada Tante Tuti dan Om Nikolaus. Yuk, kamu ikut Mama membagikannya.” “Oke, Ma!” jawab Didi.
Adik-adik, pohon yang berbuah mendatangkan sukacita. Namun, jika tidak, apa yang terjadi? Mari kita baca Matius 21:18-22! Saat Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan kembali ke Kota Yerusalem, Ia merasa lapar. Ia menghampiri pohon ara dan mengharapkan buahnya. Namun, Ia tidak menemukan buah. Tuhan Yesus lalu mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah lagi selama-lamanya. Pohon itu seketika men-jadi kering.
Adik-adik, Tuhan Yesus mau kita juga berbuah. Kasih yang telah kita terima dari Tuhan membuat kita menghasilkan buah yang manis melalui kata dan perbuatan baik. Yuk, hasilkan buah yang manis agar orang lain bersukacita.
Doa: Bapa di surga, ajarku berbuah dalam kata dan perbuatan yang baik.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
