“Do, kamu sudah mengerjakan tugas melukis?” tanya Didi sepulang sekolah. “Belum, Di, aku bahkan belum mulai,” jawab Edo. “Lho, kenapa Do? Tugasnya harus di-kumpulkan besok, ‘kan?” Didi mengingatkan. Edo mengangguk lalu berkata lirih, “Setiap kali aku mau mulai, aku selalu ta-kut salah, Di. Aku takut lukisanku nggak sempur-na dan dapat nilai jelek.” Didi merangkul Edo sambil berkata, “Dicoba dulu aja, Do. Yang penting kamu sudah berusaha.” Edo mengangguk tanda setuju.
Adik-adik, yuk kita membaca Filipi 3:12–14! Rasul Paulus menga-kui bahwa ia belum sempurna. Meskipun tak sempurna, ia terus be-rusaha maju ke depan. Tuhan tidak menuntut kita untuk sempurna. Ia tahu bahwa wajar bagi kita, manusia, untuk melakukan kesalahan. Yang penting, kita mau belajar dan terus berusaha.
Yuk, kita lakukan yang terbaik dan tetap bersemangat! Jangan terpaku pada hasil yang sempurna. Tuhan ingin kita maju bersa-ma-Nya, langkah demi langkah.
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk berani mencoba dan berusaha.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
