Dalam konteks tumbuhan, benih merupakan sumber awal kehidupan. Namun, tidak semua benih memiliki kualitas yang sama. Ada benih yang tidak sehat atau telah rusak. Sekalipun ditanam, benih semacam ini tidak akan bertumbuh dengan baik atau akan cepat mati karena akarnya lemah. Sebaliknya, benih yang segar, murni, dan kuat akan bertumbuh menjadi tanaman yang sehat, mampu menghadapi cuaca, serta menghasilkan buah yang baik.
Petrus berbicara tentang kualitas kelahiran baru orang percaya. Ia menekankan bahwa hidup baru bukanlah hasil dari sesuatu yang fana atau sementara, seperti usaha manusia, keturunan, tradisi, atau kekuatan diri. Kita dilahirkan kembali oleh firman Allah, yaitu sesuatu yang kekal, tidak dapat rusak, dan penuh kuasa. Petrus kemudian mengutip Yesaya 40:6–8 untuk menegaskan perbedaan antara yang fana dan yang kekal, yaitu bahwa semua yang hidup adalah seperti rumput, dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput. Rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Melalui kutipan ini, Petrus mengajak orang percaya untuk membangun hidup, nilai, dan identitas di atas sesuatu yang tidak akan hilang atau pudar, yaitu firman Tuhan.
Youth, dunia menawarkan banyak hal, seperti prestasi, popularitas, harta, atau pengakuan. Banyak orang membangun hidup berdasarkan tren, opini publik, atau validasi media sosial. Namun, semua itu akan layu seperti rumput. Sebaliknya, hidup yang dibangun oleh dan di dalam firman akan bertahan selamanya serta menyatu dengan rencana kekal Allah.
- Apa yang dimaksud oleh Rasul Petrus dengan dilahirkan kembali?
- Dapatkah kamu memberikan contoh pertumbuhan imanmu?
Pokok Doa: Terus bertumbuh dalam firman Allah.
