Saat pulang sekolah, sopir Karel terlambat menjemput. Tanpa bertanya terlebih dulu, Karel pun memarahi sopirnya dengan kata-kata kasar. Ternyata, sopirnya terlambat karena mengantar mama Karel ke dokter. Mama Karel pun menegurnya, “Karel, jangan cepat marah dan berkata-kata yang tidak baik kepada orang lain. Kendalikan emosimu!”
Yakobus dan Yohanes juga pernah berkata kasar karena marah. Mari kita baca Lukas 9:54-55! Pada suatu ketika, Yesus dan murid-murid-Nya melewati sebuah kampung Samaria. Orang-orang di sana menolak Yesus. Saat itu, Yakobus dan Yohanes tidak bisa mengendalikan emosi. Mereka ingin memanggil api dari langit untuk membinasakan orang-orang Samaria yang menolak Yesus itu. Namun, Yesus menegur sikap Yakobus dan Yohanes.
Adik-adik, tidak mengendalikan emosi, seperti Karel, Yakobus, dan Yohanes, bisa menyakiti orang lain. Mari kita belajar mengendalikan emosi dan berpikir sebelum berkata agar menyenangkan hati Tuhan.
Doa: Bapa di surga, tolong aku agar bisa mengendalikan emosi dan tidak
mengeluarkan kata-kata yang buruk. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
