Pernahkah kamu melihat penyanyi yang berlatih keras supaya dapat menyanyi dengan baik? Atau atlet yang terus-menerus berlatih padahal perlombaan masih lama? Atau pemain musik yang berlatih lagu-lagu baru yang tentu tidak mudah dan memerlukan berkali-kali penyesuaian? Mengapa mereka bersusah payah untuk berlatih? Ketika seseorang memiliki bakat, tetapi tidak memiliki komitmen untuk terus melatihnya, apa yang akan terjadi? Bakat itu tidak akan berkembang. Namun, apa jadinya jika seseorang memiliki bakat dan mau mengasah diri dengan terus berlatih? Akan ada perubahan dan perkembangan yang terjadi. Pemain piano ataupun gitar yang andal adalah mereka yang setia berlatih dari waktu ke waktu. Ada perjuangan di balik hal-hal luar biasa tersebut.
Teens, kisah perumpamaan talenta dalam Injil Matius pasal 25 juga menceritakan hal yang sama. Talenta yang diberikan kepada para hamba menjadi berkembang ketika mereka menjalankan uang itu. Ada laba yang diperoleh karena para hamba yang menerima lima dan dua talenta mengerjakan bagian mereka sehingga talenta yang diberikan tuannya menghasilkan kembali. Mereka menyadari bahwa talenta yang dipercayakan kepada mereka harus digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang baik, dalam hal ini mendatangkan laba bagi tuannya. Mereka pun menjadi hamba-hamba yang dipuji dan turut masuk ke dalam sukacita tuannya.
Teens, kamu pun diundang untuk menghidupi cara yang sama. Kamu perlu menyadari bahwa ada talenta yang Tuhan berikan kepadamu. Talenta itu perlu kamu asah dan kembangkan agar dapat menghasilkan hal-hal baik bagi kemuliaan nama Tuhan. Terus berlatih dan tekun mengusahakan sesuatu yang baik melalui talenta yang Tuhan berikan adalah panggilan hidup setiap orang percaya. Kamu pun bisa melakukannya. Jadilah seperti hamba yang setia!
