Kita mungkin tidak asing dengan ungkapan “penyesalan selalu datang terlambat.” Ungkapan ini menggambarkan suatu situasi ketika semuanya sudah terlanjur terjadi dan keadaan tidak bisa diubah lagi. Penyesalan sering kali muncul ketika kita sadar bahwa keputusan yang kita ambil sebelumnya adalah keputusan yang salah.
Teks kita hari ini adalah perumpamaan tentang dua orang anak yang diperintahkan oleh ayahnya untuk pergi bekerja di kebun anggur. Anak yang pertama menolak, tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi bekerja. Anak yang lain menjawab “ya”, tetapi ia tidak pergi melakukan perintah ayahnya. Dari dua anak ini, siapa yang melakukan kehendak Bapa? Para murid menjawab, “Yang pertama.” Yesus kemudian melanjutkan dengan berkata bahwa para pemungut cukai dan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa siapa pun orangnya, dan sedalam apa pun ia telah berbuat dosa, jika ia menyesal dan mau bertobat, pintu pengampunan itu selalu terbuka baginya. Penyesalan memang selalu datang belakangan, tetapi kita tetap bisa memilih untuk mengambil keputusan penting bagi hidup kita—keputusan untuk hidup benar di hadapan Tuhan.
Teens, sebagai manusia kita tentu tidak lepas dari kesalahan. Mungkin kamu pernah diminta tolong oleh orang tua, tetapi kamu membantah dan tidak mau melakukan apa yang mereka perintahkan. Atau kamu berpura-pura menjadi anak yang manis di depan orang tua, padahal di luar kamu melakukan hal-hal yang tidak berguna. Bahkan ada orang yang sangat menyesal karena sampai orang tuanya tiada, ia belum sempat berbuat baik kepada mereka. Teens, sebesar apa pun kesalahanmu, tetap masih ada kesempatan untuk kembali asalkan kamu menyesal dan bertobat. Tak pernah ada kata terlambat untuk bertobat.
