Dalam sebuah kegiatan bertajuk Pendidikan Seks Sejak Dini bagi Remaja, pembicara bertanya kepada anak-anak tentang apa itu seks. Pertanyaan tersebut membuat suasana menjadi gaduh. Hampir semua murid menjawab bahwa seks adalah sesuatu yang “jorok dan kotor”. Mereka bahkan menertawakan teman-temannya yang berusaha menjawab pertanyaan tersebut. Ada yang menjawab bahwa seks itu memalukan dan tidak perlu dibahas. Ada juga yang memandang seks sebagai sebuah dosa.
Teens, sebenarnya seks adalah sesuatu yang baik. Hanya saja pikiran dan pemahaman kamu kadang keliru dalam memahami seks serta seksualitas. Kejadian 1:26–28 memberikan gambaran mengenai Allah yang menciptakan seks. Seks dalam konteks biologis merujuk pada perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Ayat 27 menjelaskan, “… menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Melalui ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa sejak awal seks diciptakan Allah dengan tujuan yang baik. Allah memerintahkan manusia untuk “beranak cucu dan bertambah banyak”. Allah menciptakan seks agar melalui proses biologis manusia dapat bereproduksi dan mempertahankan kelangsungan hidup. Namun, sebelum proses bereproduksi dilakukan, ada penjelasan menarik di ayat 28, yaitu “Allah memberkati mereka…”, yang dalam konteks sekarang berarti menjadi pasangan suami istri yang sudah menikah di hadapan-Nya. Artinya, proses seksualitas hanya dapat dilakukan setelah seseorang sah menjadi pasangan suami istri serta menerima pemberkatan nikah di gereja.
Teens, itulah yang dimaksud dengan seks. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan seks. Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami bahwa segala sesuatu harus bersumber dari Alkitab. Jangan mau disesatkan oleh sumber-sumber yang tidak jelas.
