Dalam banyak kebudayaan, kedudukan anak sulung, terutama laki-laki, dipandang istimewa. Anak sulung diharapkan menjadi penerus dan penjaga keturunan keluarga. Karena itu anak sulung sering kali diberi tanggung jawab untuk melanjutkan pekerjaan atau usaha ayahnya. Maka dapat dibayangkan bagaimana perasaan orangtua ketika anak sulungnya meninggal dunia.
Sebelum anak sulung Firaun mati, sebenarnya Musa telah memberi peringatan tentang hal itu kepada Firaun. Bahkan Musa telah mengungkapkan perasaan kehilangan hebat yang akan terjadi pada seluruh pelosok Mesir. Jeritan kesedihan yang menyayat hati akan terdengar dari tanah Mesir. Sembilan tulah telah menimpa mereka, tetapi Firaun tidak mau juga menuruti perintah TUHAN. Firaun tetap berkeras hati, bahkan disebutkan bahwa Musa juga marah dengan sikap keras kepala Firaun. Kali ini hal terberat akan terjadi, yaitu anak sulung orang Mesir akan mati.
Sahabat Senior, pada akhirnya Firaun melepaskan bangsa Israel. Kesedihan karena kematian anak sulung membuat Firaun menyadari bahwa ia tidak mungkin melawan TUHAN. Sayangnya, di zaman sekarang masih ada orang yang berkeras hati. Sebagai seorang yang telah berpengalaman, kita perlu memberi nasihat kepadanya tanpa lelah. Semoga ia berubah, jangan sampai menyesal seperti Firaun.
DOA:
Ya Tuhan, kami mau belajar berpegang teguh dan mendengarkan suara-Mu. Tolonglah kami yang rapuh ini, ya Tuhan. Amin.
