“Saya hampir mati ketika berada dalam tahanan dan dipukuli secara membabi-buta. Saya berpikir, inilah akhir hidup saya. Namun tiba-tiba saya melihat seseorang berdiri di depan saya. Tangan-Nya memeluk saya, seolah melindungi dari hantaman bertubi-tubi. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa lagi. Beberapa hari kemudian, saya dilepaskan.” Itulah kesaksian seorang kakek yang mengalami masa-masa kelam karena ditangkap dengan tuduhan sebagai anggota PKI. Setelah peristiwa itu, ia mencari tahu siapa orang yang memeluk dan melindunginya saat dipukuli. Ia terkejut ketika mengetahui wajah orang itu ada di gereja. Sejak saat itu, ia memutuskan menjadi anggota gereja, dibaptis, dan hingga akhir hayatnya setia sebagai pengikut Yesus.
Dalam situasi dikejar-kejar dan nyawanya terancam, Daud menyadari bahwa ia hanya punya satu sandaran, yaitu Allah. Tidak ada kekuatan manusia yang bisa diharapkan dan diandalkan. Berdasarkan pengalamannya, Daud yakin hanya kuasa Allah yang mampu menyelamatkan dan melindungi di saat paling sulit dan tak terelakkan.
Sahabat Senior, kadang kita pun menghadapi masalah dan kesulitan di mana tidak ada yang bisa diharapkan untuk menolong. Mari kita mengingat doa Daud, yang berseru kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan mendengar doa kita dan pasti bertindak untuk menyelamatkan mereka yang berlindung dalam naungan-Nya.
DOA:
Tuhan, kepada-Mulah kami berseru, dalam kepasrahan dan ketidakberdayaan kami memohon belas kasih-Mu. Tolong dan lindungilah kami selalu. Amin.
