Teens, pernahkah kamu mendengar istilah caper atau βcari perhatianβ? Seseorang biasanya menjadi caper karena merasa diabaikan atau tidak diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya. Orang dapat caper dengan melakukan tindakan positif seperti meraih prestasi atau membantu orang lain. Namun, seseorang juga dapat menjadi caper dengan melakukan hal-hal negatif seperti membuat kegaduhan, berbohong, atau melakukan hal-hal yang merusak agar diperhatikan.
Absalom telah dua tahun kembali ke Yerusalem dari tempat pelariannya di Gesur. Namun, selama itu ia belum pernah sekalipun diundang ke istana untuk menemui Raja Daud. Tampaknya, Daud memang tidak pandai berkomunikasi dengan anaknya yang satu ini. Sejak masalah Amnon dan Tamar, Alkitab tidak mencatat bahwa mereka pernah berkomunikasi untuk membicarakan masalah keluarga mereka dengan baik-baik. Akibatnya, Absalom mencari perhatian Daud dengan membakar ladang Yoab untuk memintanya menyampaikan pesan kepada Daud. Yoab pun mengabulkan permintaan itu sehingga Absalom dapat menemui ayahnya. Namun, hal itu tidak membuat Absalom lebih dihargai oleh Daud, mengingat caranya mencari perhatian kurang baik.
Teens, dalam keluarga, komunikasi kita dengan anggota keluarga yang lain tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita merasa diabaikan atau tidak mendapat perhatian. Apabila itu terjadi, kita dapat memilih untuk mencari perhatian dari anggota keluarga kita dengan cara yang positif atau negatif. Namun, ketahuilah bahwa kamu tidak akan dihargai apabila mencari perhatian dengan cara yang merusak. Usahakan untuk mengutamakan komunikasi yang jelas, baik, dan sopan agar orang-orang memberikan perhatian yang kamu harapkan dan kamu tetap dihargai.
