Pernahkah kamu mendengar ungkapan dalam bahasa Inggris yang berbunyi put your feet in someone elseβs shoes? Arti harfiahnya adalah βletakkan kakimu pada sepatu orang lainβ. Ungkapan ini mengajak kita untuk memosisikan diri pada posisi orang lain atau berempati terhadap sesama. Dengan berempati, banyak kesalahpahaman dan masalah yang dapat diminimalkan. Sebab, terkadang masalah terjadi ketika kita hanya mau melihat sesuatu dari sudut pandang kita sendiri.
Dalam Filipi 2:1β13, Paulus menasihati kita untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berinkarnasi, merendahkan diri-Nya dengan datang ke dunia dan menjadi manusia untuk memahami bagaimana hidup sebagai manusia. Tuhan Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Ia mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba serta menjadi sama dengan manusia. Ia mengalami penderitaan yang dirasakan manusia. Bahkan, Ia taat sampai mati di kayu salib. Dengan demikian, Tuhan Yesus memberikan teladan tertinggi. Ia melepaskan ego-Nya karena kasih-Nya kepada kita, manusia berdosa. Karena empati dan kerendahan hati Tuhan Yesus, Allah meninggikan Dia. Segala lutut bertelut kepada-Nya.
Youth, mari belajar berempati seperti Tuhan Yesus. Janganlah bersikap egois dengan hanya memperhatikan dan mengutamakan kepentingan diri sendiri. Mari belajar berempati mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, mulailah dengan mendengarkan pendapat atau perasaan rekan kita sebelum memberikan pendapat atau masukan.
- Apa yang dimaksud dengan βmenganggap orang lain lebih utama dari dirinya sendiriβ dalam Filipi 2:3?
- Sebutkan cara-cara sederhana untuk berempati terhadap sesama!
Pokok Doa:Β Β Β Β Para pemimpin berempati saat mengambil keputusan.
