Di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin dirasakan di berbagai belahan dunia, World Council of Churches atau WCC mengajak umat Kristen di seluruh dunia untuk kembali memberi perhatian pada kelestarian ciptaan. Ajakan ini disampaikan menjelang dimulainya Season of Creation 2026, atau Masa Penciptaan, yang berlangsung mulai 1 September hingga 4 Oktober 2026. Tahun ini, Season of Creation mengangkat tema “Living Water” atau “Air yang Menghidupkan”.

World Council of Churches atau WCC akan bergabung bersama umat Kristen dari berbagai gereja dan tradisi di seluruh dunia dalam membuka Season of Creation 2026. WCC menyebut bahwa sepanjang tahun 2026, berbagai wilayah di dunia telah mengalami dampak cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, kebakaran hutan, dan banjir. Banyak di antara wilayah yang terdampak tersebut merupakan tempat umat dan gereja-gereja anggota WCC berada.
Dalam berita resminya pada 26 Agustus 2026, Moderator Komite Sentral WCC, Bishop Prof. Dr. Heinrich Bedford-Strohm, menegaskan bahwa Season of Creation merupakan kesempatan untuk menjadi saksi kasih Allah sekaligus menghayati tanggung jawab manusia terhadap ciptaan. Menurut Bedford-Strohm, mengakui Allah sebagai Sang Pencipta berarti manusia juga dipanggil untuk mengusahakan dan memelihara bumi, sebagaimana dinyatakan dalam Kejadian 2:15. Ia juga menegaskan bahwa ketika dampak pemanasan global akibat aktivitas manusia semakin nyata dan menimbulkan penderitaan, doa kepada Tuhan dan perjuangan mewujudkan keadilan bagi manusia serta bumi tidak dapat dipisahkan.

Season of Creation 2026 akan dibuka pada 1 September melalui Global Prayer Service for Creation Day, yang juga disebut sebagai Feast of Creation in Christ atau Pesta Penciptaan dalam Kristus. Ibadah pembukaan tersebut akan disiarkan secara langsung oleh WCC.
Season of Creation mengajak gereja-gereja di berbagai negara untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga belajar dan mengambil tindakan nyata bagi kelestarian ciptaan.