Lisa duduk murung di kelas. Sejak ayahnya meninggal, ibunya harus bekerja keras membuat kue untuk dijual. “Kenapa hidupku susah sekali, Bu?” keluh Lisa kepada Ibu Lina. Ibu Lina berkata, “Lisa, ini memang berat, tapi Tuhan selalu bersamamu.”
Adik-adik, mari kita baca Ayub 5:5-7! Di situ dikatakan bahwa manusia dilahirkan untuk mengalami kesusahan, seperti bunga api yang naik ke atas. Artinya, kesulitan adalah bagian dari hidup manusia. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Hal ini diucapkan oleh Elifas, sahabat Ayub. Ia mengira penderitaan selalu terjadi karena kesalahan. Namun, kita belajar dari kisah Ayub bahwa orang baik pun bisa mengalami kesusahan, dan TUHAN tetap menyertainya.
Adik-adik, saat kamu mengalami kesusahan seperti Lisa atau Ayub, jangan putus asa. Tuhan menyertai dan pasti menolongmu. Jika kamu merasa sedih, berdoalah kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya. Berceritalah kepada orang tua atau guru supaya hatimu terasa lebih lega.
Doa: Bapa di surga, aku percaya bahwa Engkau selalu menyertai dan menolong di
saat aku sedih atau susah. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
