Seorang laki-laki baru saja pensiun dari pekerjaannya sebagai tukang pos. Di penghujung acara pengucapan syukur atas purna tugas tersebut, ia bernyanyi, “Aku tukang pos rajin sekali, surat kubawa naik sepeda. Siapa saja aku datangi, tidak kupilih miskin dan kaya. Kring, kring pos.” Lalu, ia pun menyampaikan suka dan duka sebagai tukang pos. Ia mengimani dan mengamini bahwa yang memampukan untuk menunaikan dan menuntaskan pekerjaannya adalah Allah.
Mazmur 106 dibuka dengan undangan untuk bersyukur kepada TUHAN. Alasan yang tidak terbantahkan untuk bersyukur kepada TUHAN ialah karena Ia baik. Kebaikan TUHAN senantiasa dinyatakan karena kasih setia-Nya tidak hanya terjadi sesekali, beberapa kali, atau sering kali, tetapi berlangsung untuk selama-lamanya. Dalam Mazmur ini juga diungkapkan fakta sejarah tentang kebebalan umat Israel. Mereka tidak setia menyembah Allah. Mereka juga melanggar firman-Nya. Namun, kasih setia TUHAN tidak pernah meninggalkan umat-Nya dan tidak pernah berhenti dinyatakan kepada umat-Nya.
Sahabat Senior, marilah kita bersyukur kepada Allah apa pun yang terjadi. Ketika kita sakit, bukan penyakitnya yang kita syukuri, melainkan kehadiran-Nya yang kita syukuri. Kasih setia-Nya berlangsung setiap saat. Kebaikan-Nya juga dinyatakan setiap hari. Bersyukurlah kepada Allah!
DOA:
Terpujilah Tuhan, Engkau sungguh baik. Terpujilah Tuhan, Engkau sungguh setia. Terpujilah Tuhan, Engkau sungguh murah hati. Terpujilah Tuhan, sampai selama-lamanya. Amin.
