
Sekolah-sekolah Kristen di Yerusalem menghadapi situasi yang mengkhawatirkan pada awal tahun ajaran 2026–2027. Lebih dari 70 guru dan staf sekolah yang berasal dari Tepi Barat tidak mendapatkan perpanjangan izin masuk ke Yerusalem. Akibatnya, mereka tidak dapat mencapai sekolah tempat mereka mengajar dan bekerja.
Persoalan ini terjadi secara tiba-tiba ketika sekolah-sekolah sedang mempersiapkan pembukaan tahun ajaran baru pada 1 September. Ketiadaan begitu banyak guru dan staf berdampak pada berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari kegiatan pendidikan dan administrasi, layanan kesehatan, kebersihan, hingga prosedur keselamatan dan keamanan.
Bagi Gereja-gereja Palestina, persoalan ini bukan sekadar masalah administratif. Selama ratusan tahun, sekolah-sekolah Kristen telah menjalankan misi pendidikan, pembentukan karakter, dan pelayanan kemanusiaan di Yerusalem. Keberadaan mereka telah menjadi bagian dari identitas kota serta kehidupan budaya dan sosial masyarakatnya. Sekolah-sekolah ini juga telah melayani berbagai generasi masyarakat Palestina, baik Kristen maupun Muslim. Mereka berkomitmen memberikan pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, nilai-nilai kehidupan, rasa memiliki, dan tanggung jawab.
Karena itu, ketika guru tidak dapat memasuki sekolah dan kegiatan belajar mengajar terganggu, yang terdampak bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga anak-anak, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat secara lebih luas.

Keprihatinan tersebut mendapat perhatian dari World Council of Churches atau WCC. Sekretaris Jenderal WCC, Rev. Prof. Dr. Jerry Pillay, mengatakan bahwa sekolah-sekolah Kristen, khususnya di Yerusalem, telah menjadi mercusuar budaya dan pendidikan selama puluhan tahun. Bahkan, sebagian sekolah telah berdiri selama lebih dari 100 tahun. Dalam pernyataannya, Pillay menegaskan: “Mencegah anak-anak sekolah memperoleh hak mereka atas pendidikan dengan menghalangi guru mereka mengakses sekolah karena sistem izin Israel merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.”
Ia kemudian menyerukan agar para guru mendapatkan izin yang diperlukan untuk kembali menjalankan tugas mereka. “Kami meminta agar para guru sekolah mendapatkan izin yang diperlukan dan bahwa tidak seorang pun seharusnya dilarang memasuki Kota Suci.” Seruan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sekolah-sekolah Kristen di Yerusalem telah menjadi perhatian komunitas gereja internasional.
Gereja-gereja Palestina mengajak gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengambil tindakan dan menunjukkan solidaritas. Gereja-gereja di dunia diminta menggunakan jaringan dan hubungan internasional yang dimiliki untuk menyuarakan dukungan bagi sekolah-sekolah Kristen di Yerusalem serta mendorong agar izin bagi para guru dan staf yang terdampak dapat diterbitkan atau diperpanjang. Dukungan juga diharapkan terus diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan dan gereja yang selama ini melayani masyarakat di Yerusalem. Sebab, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya keberlangsungan sebuah institusi pendidikan. Di balik persoalan ini ada anak-anak yang ingin belajar, guru-guru yang ingin mengajar, dan keluarga yang berharap anak-anak mereka dapat memperoleh pendidikan yang baik.
Karena itu, seruan Gereja Palestina merupakan seruan untuk solidaritas dunia: agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap dihormati, para guru dapat kembali ke ruang kelas, dan sekolah-sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan aman.
Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat Yerusalem, pendidikan tetap menjadi ruang untuk menanamkan pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan harapan. Menjaga sekolah-sekolah Kristen di Yerusalem berarti ikut menjaga hak anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan memiliki masa depan. Dan bagi gereja-gereja di seluruh dunia, inilah saatnya menunjukkan bahwa solidaritas bukan hanya kata-kata, tetapi juga keberanian untuk berdiri bersama mereka yang sedang memperjuangkan pendidikan dan masa depan anak-anak.
Demikian Kabar Oikoumene dari YEKABE TV untuk gereja-gereja di Indonesia.
Sumber Gambar:
https://www.oikoumene.org/news/christian-schools-in-jerusalem-urge-return-of-students
https://religionnews.com/2026/09/02/jerusalem-christian-protest-pushes-israel-to-allow-palestinian-teachers-to-return/