Sebagai raja hutan, si singa memperingatkan si kancil untuk tidak mendekati daerah hutan gelap yang merupakan tempat tinggal para serigala hitam yang acap kali memangsa hewan-hewan yang lemah. Namun, si kancil justru mengesampingkan nasihat itu. Karena penasaran, si kancil tetap memasuki daerah hutan gelap. Setelah memasuki hutan gelap, si kancil tidak menemukan tanda-tanda kehadiran para serigala hitam. Ia pun berpikir bahwa si singa hanya memberikan informasi palsu, tidak akurat, dan sekadar menakut-nakutinya. Ketika si kancil hendak kembali ke tempatnya, tanpa ia sadari, gerombolan serigala hitam telah mengepungnya, dan ia pun dimangsa.
Teks Alkitab pada hari ini menuliskan tentang pesan Paulus kepada jemaat Kristen di kota Roma. Sebagai orang Yahudi, ia tetap menghormati hukum Taurat. Oleh sebab itu, Paulus menegaskan bahwa adanya hukum Taurat bukan sekadar untuk didengarkan. Ia menekankan pentingnya melakukan hukum Taurat agar tidak menjadi batu sandungan dalam hidup mereka. Meskipun demikian, tidak cukup hanya mendengarkan. Mendengar itu baik, namun jauh lebih baik ketika kita melakukan apa yang didengarkan. Dengan demikian, orang yang mendengarkan akan mengalami perubahan hidup yang lebih baik, dan orang lain pun dapat melihat perubahan tersebut.
Youth, firman Tuhan mengajak kita untuk tidak berhenti hanya dengan membaca dan merenungkannya. Kita juga diajak untuk melakukan apa yang kita dengarkan dan renungkan, sehingga kita mengalami perubahan hidup yang semakin menyenangkan hati-Nya.
- Apakah nasihat Paulus kepada jemaat di Roma?
- Mengapa terkadang kita sulit untuk melakukan firman Tuhan?
Pokok Doa: Komitmen untuk mendengarkan dan melakukan firman Tuhan.
