Dalam bagian penjelasan tentang Tata Dasar GKI mengenai sakramen, dituliskan, “Baptisan kudus berarti partisipasi dalam kematian dan kebangkitan Kristus, dimasukkan ke dalam tubuh Kristus, serta menjadi tanda kehidupan baru yang diberdayakan oleh Roh Kudus dalam Kerajaan Allah di dunia sampai dengan kedatangan Kristus kembali” (Penjelasan tentang Tata Dasar GKI Ps. 6.2). Hal ini menunjukkan bahwa melalui baptisan, hidup kita seharusnya menjadi lebih baik dibandingkan sebelum dibaptis. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang tetap jatuh dalam dosa.
Dalam bacaan kita, Rasul Paulus juga mengakui bahwa ada tantangan dalam mengikut Yesus. Pada ayat 21, ia mengatakan, “Jadi, aku dapati hukum ini: jika aku ingin melakukan apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.” Hal ini menunjukkan bahwa Paulus ingin melakukan perbuatan yang baik, tetapi dalam kenyataannya, ia bukanlah manusia yang sempurna. Terkadang, ia juga gagal melakukannya. Ungkapan Paulus ini bukan berarti membenarkan bahwa kita boleh terus hidup dalam dosa setelah dibaptis. Sebaliknya, Paulus hendak menyatakan kenyataan hidup bahwa kita perlu terus berjuang menjadi lebih baik bersama Roh Kudus.
Youth, kita yang telah dibaptis diingatkan akan keselamatan yang telah Tuhan berikan dan diajak untuk hidup menyenangkan-Nya. Meskipun terkadang kita terjatuh, kita diingatkan untuk terus berjuang melawan dosa dan bangkit kembali ketika kita gagal. Dengan inilah kita terus ingat bahwa baptisan adalah awal dari perjuangan hidup kita untuk setia mengikut Kristus.
- Pengakuan apakah yang diungkapkan oleh Paulus dalam bacaan kita?
- Apa yang membuat kita mudah terjatuh dalam dosa?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk berjuang melawan dosa.
