Jumat, 29 April 2011 menjadi momen penting dalam hidup Catherine Middleton. Ia yang merupakan orang biasa menikah dengan Pangeran William, anak dari Raja Charles III. Momen membahagiakan ini memperlihatkan keterbukaan keluarga Kerajaan Inggris dalam menerima anggota keluarga yang bukan berasal dari kalangan kerajaan atau bangsawan.
Suasana pernikahan yang berbahagia juga disinggung dalam teks Alkitab kita hari ini. Bani Korah sebagai penulis Mazmur pada bagian yang kita baca menceritakan seorang raja yang sedang berbahagia. Kebahagiaan itu terlihat ketika ia hendak menyelenggarakan pesta pernikahan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sang raja benar-benar diberkati oleh Allah. Mengapa Allah begitu berkenan kepada raja ini? Dikatakan, “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sukacita melebihi teman sejawatmu” (Mazmur 45:8). Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa raja yang mencintai keadilan dan membenci kefasikan atau kejahatan inilah yang menjadi kesukaan Allah.
Youth, hari ini kita melihat bahwa hidup ini tidak mengalir begitu saja. Hidup ini tidak kita jalani tanpa arah. Kita dipanggil untuk hidup menyukakan hati Allah, dimulai dari lingkup keluarga, tempat kita bersekolah atau kuliah, hingga tempat kita bekerja. Mari kita terus berupaya melakukan apa yang Allah sukai, seperti dalam bacaan kita, yaitu menjalankan keadilan dan menjauhi kefasikan. Dengan demikian, hidup kita akan menjadi kesukaan bagi Allah. Kiranya kerinduan kita adalah menyukakan hati-Nya.
- Apakah yang Allah sukai menurut Mazmur yang kita baca?
- Apakah contoh keadilan yang bisa kita lakukan dalam hidup ini?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk mendatangkan kesukaan bagi Allah.
