Maria, seorang ibu rumah tangga, menghadapi tekanan hidup yang bertubi-tubi: suaminya sakit, usahanya bangkrut, dan anak-anaknya membutuhkan biaya sekolah. Di tengah tangis dan kelelahan, ia tidak pernah melewatkan satu hal, yaitu membaca Alkitab setiap pagi. Ayat-ayat Alkitab tersebut tertanam kuat di hatinya dan menjadi pegangan hidup, terlebih di saat keadaan sulit. Maria tetap tekun bekerja dengan menjahit, meskipun pesanan hanya sedikit. Ia juga berusaha menabung sedikit demi sedikit. Perlahan-lahan, usahanya mulai berkembang, suaminya berangsur-angsur sembuh, dan anaknya memperoleh beasiswa. Dari proses itu, ia belajar untuk percaya pada janji Tuhan yang selalu ia baca dan ingat.
Demikian pula dengan Daud, seorang tokoh Alkitab yang tidak lepas dari tekanan, kesulitan, dan masalah. Dalam situasi apa pun, Daud selalu mengingat firman TUHAN yang ia baca dalam Taurat. Dengan berpegang pada firman-Nya, setiap kali menghadapi persoalan, ia percaya bahwa TUHAN senantiasa menolong dan melepaskannya.
Sahabat Senior yang dikasihi Tuhan, marilah kita meneladani kehidupan Daud yang setia membaca dan mengingat firman Tuhan. Di sanalah letak kekuatan yang memampukan kita menghadapi persoalan. Firman Tuhan akan memberikan kekuatan dan menolong kita menemukan jalan keluar dalam setiap kesulitan.
DOA:
Ya Tuhan, firman-Mu memberi kekuatan bagi kami, terlebih dalam menghadapi persoalan hidup. Ajar kami untuk terus mencintai dan mengingat janji-Mu dalam firman-Mu. Amin.
