Seorang oma menceritakan kenangan masa mudanya kepada cucunya. Ia pernah mendapat undangan menghadiri pernikahan seorang pejabat. “Kami semua bersiap dengan pakaian terbaik,” katanya. “Namun yang paling indah dan mengesankan adalah saat pengantin wanita memasuki ruangan dengan penuh sukacita, diiringi sorak-sorai para tamu.” Kenangan itu tetap hidup dalam ingatannya karena menggambarkan kebahagiaan yang begitu besar.
Teks Alkitab kita menggambarkan suasana perjamuan yang mulia seperti pesta kerajaan. Mazmur ini bukan sekadar puisi cinta, melainkan juga nyanyian kenabian tentang Sang Mesias. Bagi orang percaya, Yesus Kristus adalah Mesias, dan umat-Nya adalah mempelai perempuan. Pemazmur berkata, “Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.” Gambaran ini mengingatkan kita pada pengharapan yang mulia: suatu hari kelak, orang percaya akan masuk ke hadirat Sang Raja dengan penuh kemuliaan dan sukacita sebagai kesayangan-Nya.
Sahabat Senior, pada usia senja perjalanan hidup mungkin terasa semakin berat. Namun ingatlah bahwa kita sedang berjalan menuju istana Sang Raja. Tuhan Yesus telah menyiapkan tempat bagi kita. Karena itu, marilah kita hidup dalam pengharapan, tetap setia, dan mempersiapkan diri menyambut hari ketika kita dijemput untuk masuk dengan sukacita ke dalam rumah-Nya yang kekal.
DOA:
Betapa besar kasih dan cinta-Mu mengangkat kami menjadi mempelai-Mu, ya Yesus. Bantu kami untuk senantiasa menyambut-Mu dengan sukacita melalui pelayanan kami. Amin.
