Simone Biles adalah salah satu atlet senam terbaik dunia dengan banyak medali emas Olimpiade. Pada Olimpiade Tokyo 2021 ia memilih mundur dari beberapa pertandingan karena kesehatan mental. Banyak orang bingung dan mengkritik keputusannya. Namun, ia tahu bahwa yang terpenting adalah keselamatan dirinya dan bukan sekadar mengejar medali. Keputusan ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan pilihan untuk tetap berada di jalur yang benar dan tidak terpengaruh oleh perkataan orang lain.
Berbeda dengan Simone Biles yang tetap teguh pada pendiriannya meskipun banyak orang yang mengkritik, jemaat di Galatia justru goyah menghadapi tekanan. Awalnya mereka percaya kepada Yesus, tetapi kemudian mulai memercayai ajaran yang meyakinkan mereka bahwa sunat dan menaati hukum Taurat dapat menambah kebenaran di hadapan Allah. Paulus menyebut pengaruh ini sebagai βragiβ. Sedikit saja ragi dapat membuat adonan mengembang (ayat 9). Jadi, Rasul Paulus hendak mengatakan bahwa sedikit saja keraguan bisa membawa dampak besar dalam hidup mereka.
Dalam perjalanan iman, banyak hal yang bisa membuat kita goyah dan mengalami keragu-raguan, seperti tuntutan standar dunia atau ajaran menyesatkan. Karena itu, penting bagi kita untuk terus mengevaluasi diri: apakah kita masih berada di jalur yang benar atau mulai menyimpang? Kesadaran ini akan menolong kita untuk tetap waspada terhadap pengaruh sekitar. Youth, stay on track. Tetaplah berjalan dalam kebenaran dan anugerah Kristus. Jangan biarkan hal kecil memengaruhi dan mengubah arah hidup kita.
- Bagaimana sikap Paulus terhadap mereka yang memengaruhi jemaat di Galatia?
- Suara atau pengaruh apa yang paling kuat menggoyahkan fokus imanmu akhir-akhir ini?
Pokok Doa:Β Β Β Β Β Mohon bimbingan Roh Kudus agar tetap berada di jalur yang benar.
