Kata “warisan” kerap dihubungkan dengan harta yang ditinggalkan oleh orangtua kepada keturunannya. Warisan bisa menjadi berkat, tetapi bisa pula menjadi kutuk bagi mereka yang menerimanya. Warisan menjadi berkat karena peninggalan orangtua dapat menolong keturunannya hidup dengan lebih baik. Namun, dalam beberapa kasus, warisan justru menjadi alasan terjadinya perpecahan dan huru-hara dalam keluarga.
Ishak memiliki masalah dengan penduduk Filistin di tanah yang ia diami. Ishak, yang diberkati TUHAN dengan kekayaan, menimbulkan rasa iri di hati penduduk Filistin. Akhirnya, perebutan sumber air antara gembala Ishak dan gembala orang Filistin menyebabkan Ishak dan keluarganya terusir dari tanah Filistin. Di tempat yang baru, TUHAN hadir kepada Ishak. Dalam kehadiran-Nya, TUHAN menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang disembah oleh Abraham, ayahnya, sekaligus sebagai Allah yang menyertainya. TUHAN mengingatkan Ishak bahwa ayahnya telah mewariskan iman, sehingga Ishak tidak perlu takut menghadapi pergumulan hidup.
Sahabat Senior, apa yang telah kita wariskan kepada anak cucu kita? Kita boleh saja memberikan warisan berupa harta benda. Namun, warisan yang paling berharga dan penuh berkat adalah warisan iman, yang akan menolong mereka menjalani hidup ini, apa pun kondisinya.
DOA:
Tuhan, kiranya iman yang kami wariskan kepada keturunan kami membuat mereka hidup dalam anugerah kasih-Mu yang besar. Amin.
