Sehari-hari, kita mungkin akrab dengan sesuatu yang palsu, misalnya gigi palsu. Supaya gigi terlihat utuh dan memudahkan kita mengunyah makanan, kita menggunakan gigi palsu. Istilah palsu melekat pada sesuatu yang tidak asli atau merupakan tiruan.
Yeremia menegur dengan keras dua perwira tentara Israel yang memintanya bertanya kepada TUHAN apakah sisa bangsa Israel harus menetap di negeri Israel atau berlindung ke Mesir. Mereka bukan ingin mendorong sisa bangsa Israel mengikuti kehendak TUHAN, melainkan untuk menguji TUHAN. Sebenarnya, mereka sudah mengetahui bahwa TUHAN menghendaki bangsa Israel hanya berlindung kepada-Nya dengan tetap mendiami negeri Israel. Namun, dengan meminta Yeremia berdoa kepada TUHAN, mereka berharap Ia mengabulkan keinginan mereka untuk memperoleh perlindungan dari Mesir. Permohonan tersebut lahir dari iman yang pura-pura, alias iman palsu.
Sahabat Senior, kita perlu selalu memeriksa kehidupan iman kita: apakah kita beriman dengan tulus atau justru palsu di hadapan Tuhan. Ada orang yang berdoa dan mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi kehidupannya sehari-hari dipenuhi kekhawatiran dan ketakutan. Ada pula orang yang berkata mengasihi Tuhan, tetapi terus membenci sesamanya. Waspadalah! Janganlah hidup dalam kepalsuan.
DOA:
Tuhan, kami mau beriman kepada-Mu dengan tulus dan melakukan apa yang Engkau kehendaki. Dalam Kristus, kami berdoa. Amin.
