Ditolak itu sakit. Tidak diterima dalam kelompok, diabaikan oleh orang yang kita sukai, tidak lolos seleksi lomba yang sudah kita idam-idamkan, merasa tidak dianggap, dan dijauhi dalam pertemanan—semua ini dapat membuat kita merasa tidak berharga. Kamu tahu Walt Disney? Ia adalah pendiri Disneyland dan pencipta karakter Mickey Mouse. Namun, sebelum semua itu terjadi, ia pernah bekerja di kantor surat kabar dan justru dipecat karena dianggap tidak memiliki imajinasi dan ide yang kreatif. Akan tetapi, ia tidak menyerah. Justru dari kegagalan itu, ia bangkit, terus berkarya, dan akhirnya menciptakan dunia imajinasi yang luar biasa.
Yesus juga mengalami penolakan, bukan hanya satu atau dua kali. Ia dihina, dianggap gila, diejek, bahkan ditinggalkan oleh murid-murid terdekat-Nya ketika Ia sangat membutuhkan dukungan. Yang paling menyakitkan, orang-orang yang seharusnya menyambut-Nya sebagai Juruselamat justru menyalibkan-Nya. Apakah Yesus marah dan menyerah? Tidak. Ia tetap mengasihi dan setia menjalankan tugas-Nya. Ia tahu siapa diri-Nya dan untuk apa Ia diutus. Dalam Kitab Yesaya 53:3 telah dinubuatkan bahwa Sang Mesias akan mengalami kesengsaraan dan tidak dihargai. Namun, justru dari luka dan penolakan itulah kita diselamatkan.
Teens, saat kamu ditolak, jangan terburu-buru menyerah. Beranilah mengevaluasi diri, berdamailah dengan kenyataan, percayalah bahwa nilai dirimu tidak berkurang hanya karena orang lain tidak memilihmu, dan bicarakanlah hal itu kepada Tuhan. Penolakan memang menyakitkan, tetapi biarlah penolakan menjadi guru, bukan musuh. Ingatlah: Yesus yang pernah ditolak dunia tidak pernah menolakmu. Ia akan selalu menerima dan memelukmu. Justru ketika dunia berkata, “tidak”, Yesus berkata, “Aku memilihmu.”
