Pada tahun 2025, ketika Donald Trump terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat, ia membuat peraturan yang dianggap diskriminatif, khususnya terhadap kaum imigran. Bukan hanya imigran gelap, peraturan tersebut juga menyasar para mahasiswa yang telah menerima visa resmi untuk menempuh studi di Amerika Serikat. Hal ini menuai perlawanan dari banyak warga Amerika sendiri. Mereka mengingatkan bahwa kakek Donald Trump dahulu juga merupakan imigran dari Jerman. Istri Trump, saat datang ke Amerika, bahkan menggunakan cara ilegal.
Pada saat bangsa Israel masih berada di tanah perbudakan, mereka bergaul dengan banyak bangsa, termasuk orang Mesir. Yang menarik adalah bagaimana Allah memberikan peraturan terkait perayaan Paskah. Dari sekian banyak ketentuan, ada satu yang menyatakan bahwa orang asing yang menetap bersama bangsa Israel dan ingin merayakan Paskah harus disunat terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia boleh mendekat ke meja perjamuan dan bahkan dianggap sebagai bagian dari bangsa Israel.
Sahabat Senior, Allah sangat terbuka terhadap orang asing yang ingin mengenal dan mengikut Dia. Karena itu, marilah kita juga belajar membuka hati, belajar menjadi pribadi yang menghargai keberagaman, sekaligus menyadari keseragaman kita sebagai sesama yang dikasihi Tuhan.
DOA:
Ya Allah kami bersyukur sebab Engkau membuka hati-Mu bagi kami, yang bukan bangsa Israel. Ajarlah kami untuk juga dapat menghargai sesama meski banyak perbedaan. Amin.
