Pernah nggak, kamu diminta tolong oleh orangtuamu untuk membuang sampah, tetapi kamu malah berpikir, “Ya ampun, begitu saja suruh aku?” Atau ketika diminta mengerjakan tugas, kamu menunda-nunda karena berpikir, “Ah, gampang, lima soal saja. Nanti saja deh.” Coba bayangkan, bagaimana rasanya ketika kamu ditunjuk menjadi pemimpin kelompok dalam kerja kelompok di sekolah, lalu ada satu orang yang nggak mengerjakan tugasnya sampai hari-H presentasi. Gurumu marah dan nilai kelompokmu menjadi jelek semuanya. Kesal? Marah? Sedih? Masalah utamanya bukan karena dia tidak bisa, tetapi karena dia tidak bertanggung jawab. Mungkin kita juga pernah seperti itu kepada Tuhan. Kita tahu harus belajar, kita tahu ada tugas, tahu ada janji dengan orangtua, tetapi kita pura-pura lupa karena kita sedang nggak mood. Kita lupa bahwa Tuhan memperhatikan kita justru dari hal-hal yang kecil.
Yesus dalam Injil Lukas 16 mengajarkan bahwa kesetiaan dan tanggung jawab dimulai dari hal kecil. Kita mungkin pernah merasa bahwa usia kita belum cukup untuk memikul tanggung jawab yang besar. Namun, justru inilah waktu yang tepat untuk berlatih menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Apa saja bentuk tanggung jawab itu? Misalnya, menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu tanpa menunda-nunda, menjaga kepercayaan orangtua, menepati janji kepada teman, datang tepat waktu saat pelayanan, menjaga sikap dan kata-kata di media sosial, dan masih banyak lagi.
Teens, belajar bertanggung jawab bukan soal menjadi sempurna, tetapi soal menjadi pribadi yang setia. Setia dalam hal kecil adalah bukti bahwa kamu siap dipercaya untuk hal yang lebih besar. Kamu dapat mulai dari hal kecil seperti bangun pagi tidak malas-malasan. Yuk, belajar bertanggung jawab.
