Beberapa kali diberitakan adanya mobil yang terperosok ke dalam sungai atau area persawahan setelah mengikuti petunjuk peta elektronik. Karena hal itu, sebagian orang menjadi ragu dan kehilangan kepercayaan terhadap peta elektronik, lalu memutuskan untuk kembali bertanya kepada masyarakat sekitar ketika membutuhkan petunjuk jalan.
Abram diperintahkan TUHAN untuk meninggalkan rumah ayahnya, pergi dari negerinya, serta meninggalkan sanak saudaranya. Hal itu berarti Abram harus terputus dari semua orang terdekatnya untuk kemudian dituntun TUHAN ke sebuah negeri yang bahkan belum ia ketahui letaknya. Perintah ini tentu tidak mudah untuk dilakukan Abram. Bukan saja karena ia akan menjalani hidup yang tidak pasti, tetapi juga karena ia harus bersiap menghadapi ketidakpastian itu seorang diri, tanpa sanak saudara dan orang tuanya. Namun, Abram tetap melakukan perintah Allah, sebab ia percaya bahwa Allah itu baik dan setia.
Sahabat Senior, adakah ketakutan yang sedang mengganggu pikiran kita? Kegelisahan apa yang mencuri kedamaian dalam hati kita? Hari ini kita diajak belajar dari Abram yang percaya kepada kebaikan Tuhan Allah. Ketakutan dan kekhawatiran dapat kita kendalikan ketika kita tahu bahwa Tuhan itu baik dan setia memegang janji-Nya untuk memelihara serta menolong kita. Tetaplah percaya pada janji pemeliharaan-Nya.
DOA:
Tuhan, ajar kami percaya bahwa kebaikan-Mu juga terus ada bagi kami sekarang dan selamanya. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
