Sebagian masyarakat Jawa Timur mengenal istilah sound horeg, yaitu memutar musik dengan suara yang sangat keras hingga mencapai tingkat kebisingan 120–135 desibel, bahkan lebih. Angka ini jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan oleh WHO, yakni 85 desibel. Karena tingkat kebisingannya yang ekstrem, sound horeg menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan, seperti tembok yang retak dan genting yang jatuh. Bahkan, beberapa orang melaporkan mengalami gangguan pendengaran hingga tuli akibat terpapar suara bising tersebut.
Mazmur 29 menceritakan tentang suara Allah yang mengguntur. Namun, suara Allah yang keras ini sangat berbeda dengan suara sound horeg yang merusak banyak hal. Pemazmur menggambarkan bahwa suara Allah yang mengguntur justru mendatangkan keteraturan, kegembiraan, kehidupan baru (kelahiran), dan berbagai berkat lainnya.
Sahabat Senior, hari ini kita diajak untuk menyadari betapa dahsyatnya Tuhan Allah kita. Ia adalah Allah Yang Mahakuasa. Kita sungguh beruntung menjadi umat kepunyaan-Nya. Dengan kuasa-Nya yang besar, kita aman dalam perlindungan-Nya. Tidak ada yang dapat mencelakai kita, sebab Allah adalah tempat perlindungan kita. Sahabat Senior, marilah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah, sebab dengan segala kuasa- Nya, Ia sanggup melakukan segala sesuatu yang baik bagi kita.
DOA:
Kami memuliakan Engkau, Allah Mahakuasa. Sebab dari-Mu-lah segala yang hidup ada. Hari ini kami hendak memercayakan seluruh hidup kami kepada kuasa-Mu. Amin.
