Gerbang Kuil Apollo di Delphi, Yunani Kuno, sengaja dibangun lebih rendah daripada tinggi badan rata-rata orang pada masa itu. Di atasnya tertera tulisan “Gnothi Seauton”, yang berarti “kenalilah dirimu”. Ungkapan ini mengajarkan setiap orang yang hendak masuk ke dalam kuil tersebut untuk mengenal siapa dirinya di hadapan Dewa Apollo, sekaligus merendahkan diri di hadapan Sang Dewa.
Ayub, dalam penderitaannya, berteriak dengan penuh kemarahan dan memojokkan TUHAN Allah sebagai Pribadi yang tidak adil. Oleh karena itu, TUHAN Allah menegur Ayub agar ia bersikap benar di hadapan Allah, Pencipta langit dan bumi.
Sahabat Senior, terkadang, ketika pergumulan hidup menimpa kita secara bertubi-tubi, kita menjadi seperti Ayub, yakni kehilangan kemampuan untuk menyadari siapa kita di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Perkataan kita keluar dari mulut tanpa kendali. Kita tidak lagi memperhatikan apakah perkataan tertentu pantas disampaikan kepada Allah. Kita pun tidak lagi berpikir jernih: pantaskah kita menghardik Tuhan dalam kemarahan dan menganggap-Nya tidak adil? Padahal, kita sendiri tidak pernah sungguh-sungguh menjadi pribadi yang bijaksana dan berhikmat. Marilah kita belajar untuk terus menyadari siapa Allah dan siapa diri kita, sehingga kita mampu menempatkan diri dengan benar ketika berjumpa dengan-Nya.
DOA:
Tuhan, kami mengaku betapa kecil dan tak berhikmatnya kami. Tolong kami untuk menjadi umat yang tahu diri dan rendah hati.Amin.
