Pada saat terjadi gelombang demonstrasi nasional pada Agustus 2025, beberapa aktivis, di antaranya Delpedro Marhaen Rismansyah, ditangkap dengan tuduhan melakukan penghasutan terkait aksi protes yang menentang berbagai kebijakan pemerintah. Meskipun tidak terbukti menghasut, mereka tetap diproses hukum dan terancam hukuman penjara. Kasus ini memicu solidaritas luas dari masyarakat sipil serta organisasi HAM seperti Amnesty International, LBH, dan jaringan aktivis yang dengan berani mengkampanyekan pembebasan mereka melalui berbagai aksi dan petisi publik.
Surat 2 Timotius ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya Timotius, kemungkinan saat Paulus berada dalam penjara di Roma. Pada waktu itu orang Kristen mengalami tekanan dan penganiayaan dari Kekaisaran Romawi. Karena situasi tersebut, ada kecenderungan sebagian orang menjadi takut atau malu mengakui iman kepada Kristus. Paulus menasihati Timotius agar tidak malu memberitakan Injil, sekalipun pelayanan itu membawa penderitaan. Paulus menegaskan bahwa penderitaan demi Injil bukan aib, melainkan bagian dari panggilan pelayanan.
Youth, memperjuangkan kebenaran sering kali menimbulkan risiko: ditolak, disalahpahami, bahkan menderita. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa kesetiaan kepada Kristus tidak diukur dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk tetap berdiri di pihak kebenaran. Karena itu, jangan biarkan rasa takut atau malu membungkam iman kita. Ketika kita tetap setia bersaksi, Tuhan yang memanggil juga memberi kekuatan untuk bertahan.
- Situasi apa yang melatarbelakangi nasihat Paulus kepada Timotius?
- Kebenaran tentang apa yang sedang kamu perjuangkan?
Pokok Doa: Mohon diberi keberanian untuk bersaksi tentang kebenaran.
