Penelitian psikologi menunjukkan bahwa manusia sering menggunakan musik sebagai “regulator emosi alami.” Itulah sebabnya saat hati sedang sedih kita teringat lagu yang melankolis, sementara saat bahagia kita cenderung mengingat lagu yang ceria. Saat jatuh cinta pun, kita akan menemukan lagu cinta yang sesuai dengan perasaan kita. Pengalaman iman bersama Tuhan juga membuat seseorang menemukan nyanyian yang mewakili perasaannya. Nyanyian seolah menjadi bahasa perasaan yang muncul otomatis dari dalam diri kita.
Dalam bacaan kita hari ini, pemazmur menyatakan bahwa ia akan bernyanyi dan bermazmur bagi TUHAN selama ia hidup. Apa yang mendorong pemazmur untuk melakukan hal itu? Alasannya adalah karena TUHAN telah menjadikan segala sesuatu dengan bijaksana. Pemazmur mengungkapkan kekaguman atas kesempurnaan dan keharmonisan segala sesuatu yang telah TUHAN ciptakan. Pemazmur juga mengungkapkan pengakuannya bahwa kematian dan kehidupan semua makhluk berada di tangan TUHAN.
Youth, bernyanyi adalah salah satu cara untuk mengekspresikan perasaan. Saat kita mengamati, mendengarkan, mencium, merasakan, dan mengecap segala kebaikan Tuhan, kita akan terdorong untuk bernyanyi dan bermazmur bagi-Nya sebagai ungkapan kekaguman. Seperti pemazmur, observasi inderawi dan pengalaman hidup memberikan banyak sekali alasan untuk melakukannya. Saat melantunkan sebuah nyanyian atau Mazmur dalam ibadah, hayatilah liriknya baris demi baris. Teruslah bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.
- Apa alasan pemazmur bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan?
- Nyanyian atau Mazmur apa yang sering kamu nyanyikan bagi Tuhan?
Pokok Doa: Bersyukur atas karya dan kebaikan Tuhan melalui nyanyian.
