Film Hunger Game menceritakan betapa mudahnya mengarahkan dan memaksakan kehendak kelompok-kelompok kuat melalui suara rakyat. Tidak semua orang setuju, tetapi suara mayoritas memiliki kuasa yang sangat besar. Suara-suara ini dikendalikan oleh kelompok tertentu, dan bukan untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak setuju pada suara mayoritas ini? Seringkali mereka mendapat tekanan hingga memilih untuk ikut saja, walaupun tahu bahwa itu adalah pilihan atau tindakan yang salah.
Teens, kisah Pilatus dan Tuhan Yesus menampilkan situasi yang mirip. Pilatus tahu bahwa Tuhan Yesus tidak bersalah, dan imam-imam kepala membawa Tuhan Yesus untuk diadili Pilatus karena kedengkian mereka. Tuhan Yesus tidak mencoba membela diri, dan hal ini semakin meyakinkan Pilatus bahwa Ia tidak bersalah. Pilatus mencoba mencari jalan keluar, tetapi gagal karena tekanan dari orang-orang banyak yang tergiring oleh bisikan dan hasutan imam-imam kepala serta tua-tua Yahudi. Tanpa ada peradilan, tanpa pembuktian kesalahan pada diri Yesus, mereka berseru, “Salibkan Dia!” Bisikan-bisikan yang jahat telah memicu terjadinya tindakan jahat, dan Pilatus tidak dapat berbuat apa-apa atas situasi ini. Pilatus pun akhirnya menyerahkan Tuhan Yesus untuk disalibkan.
Teens, orang yang terbuai oleh bisikan-bisikan jahat dapat melakukan tindakan yang jahat dengan sadar, tanpa merasa itu salah. Hal ini berbahaya karena kesadaran dirinya telah “dibajak” oleh bisikan-bisikan yang tidak bertanggung jawab. Jangan tergiring oleh bisikan ataupun tren. Kamu perlu ingat bahwa kamu mampu memilih yang benar, sesuai dengan kehendak Tuhan. Bertahanlah, walaupun sendiri dan jalannya sepi. Biarkan hatimu ikut tuntunan Tuhan dan mintalah selalu Roh Kudus memimpin hidupmu setiap saat.
