Pada tahun 1985, Paula Cooper, ketika berusia 15 tahun, bersama beberapa teman remajanya membunuh seorang lansia berusia 78 tahun bernama Ruth Pelke di rumahnya di Gary, Indiana, Amerika Serikat. Ia menikam Ruth lebih dari 30 kali dan mengambil uang serta mobil korban. Cooper dinyatakan bersalah atas pembunuhan. Awalnya ia dijatuhi hukuman mati, tetapi diubah menjadi hukuman penjara karena usianya masih di bawah 16 tahun. Cooper dibebaskan pada 17 Juni 2013 karena perilaku baik selama dipenjara. Namun, Cooper mengalami penyesalan yang sangat dalam atas perbuatannya dan kemudian memilih mengakhiri hidupnya dua tahun setelah bebas.
Teens, kisah kematian Yudas setelah ia menyesal dan melihat Tuhan Yesus dihukum mati menggambarkan manusia yang tersesat arah hidupnya dan tidak menerima undangan pertobatan. Yudas menyesal dengan mengembalikan uang tiga puluh keping perak, yaitu uang yang diberikan kepadanya untuk menyerahkan Tuhan Yesus. Uang itu ditolak, dan para imam mengatakan bahwa itu adalah uang darah. Yudas akhirnya melemparkan uang itu dan pergi menggantung diri. Yudas mati dalam penyesalan, dan kematiannya sangat tragis. Ia tetap tercatat sebagai murid yang berkhianat kepada Tuhan Yesus dan mati tanpa sempat bertobat.
Teens, Yudas mengambil arah yang keliru dalam penyesalannya. Penyesalan tanpa pertobatan berakhir pada tindakan yang salah. Ia menyesal, tetapi terperangkap pada pilihan yang keliru. Hal ini perlu kamu sadari dalam hidupmu. Jangan biarkan penyesalan mengikat dan menjerumuskanmu ke dalam keputusan serta tindakan yang salah hingga semakin merusak hidupmu. Yang terpenting bukanlah seberapa sering kamu jatuh, melainkan seberapa cepat kamu bangkit kembali. Ingatlah, selalu ada jalan untuk memulai kembali di dalam Kristus.
