Secara etimologi, kolaborasi berasal dari kata co dan labor yang bermakna penyatuan tenaga atau peningkatan kemampuan yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan bersama. Kata kolaborasi ini sering digunakan untuk menjelaskan proses penyelesaian pekerjaan yang bersifat lintas batas, lintas sektor, lintas hubungan, lintas organisasi, bahkan lintas negara. Jadi kolaborasi secara prinsip berarti bersama-sama dengan seluruh daya yang ada mencapai tujuan yang sudah disepakati.
Kolaborasi merupakan salah satu prinsip dasar dalam kehidupan bergereja. Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita tidak mungkin mencapai tujuan asasi kekristenan kalau tidak ada co-laboration, kolaborasi, atau kerjasama antar yang satu dengan yang lain. Seluruh sumber daya, kemampuan, dan keahlian, harus dikerahkan untuk mencapai tujuan bersama. Rasul Paulus berkata, “Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” Itu berarti setiap pribadi diminta untuk bekerja sama dengan kemampuan yang ada padanya. Salah satu cara untuk memungkinkan terjadinya kolaborasi adalah melihat secara jujur potensi yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Youth, prinsip ini sesungguhnya berlaku di semua arena kehidupan: dalam keluarga, gereja, pendidikan, pekerjaan, dan pergaulan. Jika ingin tujuan yang luhur dan lebih besar tercapai, maka berkolaborasilah. Tentu saja ada hal-hal yang dapat dikerjakan sendiri, tetapi hal-hal yang lebih besar dan mulia hanya dapat dicapai dengan kolaborasi. Hindari kesombongan seolah-olah dapat mengatasi dan melakukan apa pun seorang diri.
- Apa yang dimaksud Rasul Paulus dengan ”kepentingan bersama”?
- Kolaborasi apa saja yang pernah kamu lakukan dalam pelayanan?
Pokok Doa: Bersyukur atas talenta untuk dikolaborasikan bagi kemuliaan-Nya.
