Pada masa lalu, perisai merupakan bagian dari persenjataan yang digunakan untuk melindungi prajurit ketika musuh menyerang dengan panah, tombak, atau pedang. Perisai dibuat dari berbagai bahan, seperti kayu, kulit binatang, logam, atau anyaman rotan, bergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing prajurit. Terkadang, bentuk dan hiasan pada perisai juga menunjukkan status sosial atau kedudukan militer seseorang.
Mazmur 33 mengajak umat untuk tidak menggantungkan harapan pada kekuatan manusia atau keadaan dunia, melainkan sepenuhnya pada kasih setia TUHAN. Perisai memang merupakan alat pertahanan yang dapat melindungi, tetapi perlindungannya tetap terbatas. Berbeda dengan TUHAN yang perlindungan-Nya tidak pernah gagal. Itulah sebabnya pemazmur menyatakan bahwa TUHAN adalah penolong dan perisai kita. Di dalam perlindungan Sang Perisai Kekal, kita berada dalam keadaan aman dan tenteram.
Sahabat Senior, memasuki usia senja, mungkin tidak ada lagi pertempuran fisik yang harus dihadapi. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak orang menghadapi pertempuran batin, seperti rasa takut akan masa depan, perasaan kesepian, serta kondisi kesehatan yang semakin menurun. Tuhan sebagai perisai berarti Dia senantiasa menjaga hati dan pikiran kita. Ia memberikan ketenangan dan perlindungan yang nyata dalam kehidupan kita. Untuk itu, janganlah khawatir!
DOA:
Tuhan, kami percaya bahwa di dalam perlindungan-Mu, Sang Perisai Kekal, kami aman dan damai. Amin.
