Dalam dunia penerbangan modern terdapat konsep manajemen kokpit yang disebut Crew Resource Management. Prinsipnya adalah pilot tidak boleh mengendalikan semua hal sendiri ketika situasi darurat. Mereka harus memanfaatkan sistem pesawat, prosedur standar, dan kerja tim. Namun, pada saat panik biasanya pilot cenderung terus memegang kemudi (control yoke). Hal ini justru akan mengganggu prosedur yang sudah dirancang untuk kondisi darurat, termasuk penggunaan autopilot atau sistem navigasi otomatis.
Surat 1 Petrus ditulis untuk jemaat yang sedang mengalami tekanan dan penderitaan. Rasul Petrus mengajak mereka untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan. Kata “serahkanlah” (Yunani: epiripsantes) berarti melemparkan atau mencampakkan. Bukan membaginya sedikit demi sedikit, melainkan mengalihkan sepenuhnya kepada Allah. Petrus tidak mengatakan sebagian kekhawatiran, tetapi segala. Kata “memelihara” menunjukkan kepedulian dan perhatian Allah secara personal, bukan kuasa yang jauh. Di tengah ancaman aniaya, jemaat diyakinkan bahwa mereka tidak diabaikan.
Youth, saat berada dalam situasi genting, kadang kita bertindak seperti pilot yang tak mau melepas kemudi. Bahkan, kita cenderung “menggenggam kemudi” semakin erat, padahal Tuhan sudah memegang kendali. Jika hari ini ada situasi yang membuatmu cemas, serahkanlah semua kekhawatiran itu kepada Tuhan. Menyerahkan kekhawatiran bukan berarti pasif, melainkan percaya bahwa ada Pribadi yang lebih besar dari setiap kesulitan. Dia memelihara kita dengan kasih dan tangan-Nya yang kuat.
- Apa latar belakang dari nasihat-nasihat Rasul Petrus kepada jemaat?
- Kekhawatiran apa yang saat ini harus kamu serahkan kepada Tuhan?
Pokok Doa: Menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan dengan percaya.
