Ada seorang pemuda yang mengenal banyak orang dalam hidupnya. Namun, pribadi yang benar-benar ia kagumi dan hormati adalah sang mentor, seorang yang dikenal memiliki integritas. Integritas berarti tidak sekadar pandai berbicara, tetapi juga setia melakukan apa yang diucapkan. Dalam istilah populer bahasa Inggris, hal ini disebut walk the talk. Karena itulah orang-orang hormat dan segan kepadanya. Sosok seperti ini mengingatkan kita pada Nabi Elia.
Kisah Elia sungguh menakjubkan. Ia diangkat oleh TUHAN ke surga dengan cara yang ajaib. Elisa, muridnya, bahkan meminta dua bagian dari kuasa kenabian Elia. Kuasa kenabian mengacu pada otoritas rohani dan kuasa ilahi yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Elia untuk menjalankan tugas kenabiannya, termasuk menyampaikan firman TUHAN, menegur dosa, melakukan mukjizat, serta membela kebenaran di tengah zaman yang jahat. Elisa yang hidup paling dekat dan mendampingi Elia, tentu mengetahui dengan jelas seperti apa pribadi Elia sesungguhnya. Teladan hidup Elia berbicara jauh lebih keras daripada kata- katanya.
Sahabat Senior, warisan apa yang kita berikan kepada penerus kita? Apakah kita mewariskan iman dan teladan hidup yang baik kepada orang-orang terdekat dalam kehidupan kita? Ingatlah bahwa teladan hidup kita akan selalu berbicara lebih lantang daripada perkataan semata.
DOA:
Tuhan, bimbinglah kami senantiasa untuk meninggalkan warisan iman serta teladan hidup yang berkenan di hadapan-Mu. Amin.
