Di sebuah kantor terjadi pergantian kepemimpinan. Pemimpin sebelumnya adalah seorang yang bijaksana. Sayangnya, ia harus pensiun karena usianya telah mencapai batas yang ditentukan. Tidak seorang pun dapat menolak kenyataan ini, sebagaimana tidak seorang pun dapat menolak proses menjadi tua. Semua orang di kantor tersebut merasa cemas dan hanya dapat berharap agar pemimpin yang menggantikannya kelak juga memiliki kebijaksanaan yang sama.
Mazmur 47 merupakan mazmur pujian yang penuh semangat. Mazmur ini kemungkinan besar ditulis dalam konteks kemenangan besar yang dialami bangsa Israel. Umat bersyukur karena TUHAN menunjukkan kuasa-Nya atas bangsa-bangsa lain. Pemazmur mengajak seluruh bangsa untuk bersorak bagi Allah, sebab Dia adalah Raja yang berkuasa atas seluruh bumi. Kuasa-Nya tak pernah berakhir. Berbeda dengan kepemimpinan manusia, Allah tidak pernah pensiun.
Sahabat Senior, dunia terus berubah. Kita pun semakin menua. Perlahan-lahan, peran di dalam keluarga mulai bergeser. Sahabat-sahabat satu per satu berpulang. Tubuh kita tidak lagi sekuat dahulu. Namun demikian, Tuhan tetaplah Allah yang mengendalikan segala sesuatu, termasuk hidup kita. Tuhan tidak pernah pensiun. Itulah sebabnya, selalu ada alasan bagi kita untuk bersukacita dan memuji Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, kami mau memuji dan bersyukur kepada-Mu. Meskipun dunia berubah, Tuhan tidak pernah berubah. Amin.
