Opa Budi masih aktif mengikuti berita melalui televisi. Banyak berita tentang kejahatan, bencana alam, serta kondisi ekonomi serta situasi sosial politik yang menimbulkan kecemasan. Perubahan seolah terjadi tanpa henti dan sulit diprediksi. Namun demikian, pengalaman hidup Opa Budi yang hampir mencapai usia sembilan puluh tahun mengajarkannya satu hal penting, yakni tetap percaya kepada Allah yang tidak tergoyahkan dari zaman ke zaman.
Mazmur 93 berisi nyanyian yang meninggikan TUHAN sebagai Raja atas seluruh ciptaan dan perjalanan sejarah kehidupan manusia. Pada ayat 3 dan 4, pemazmur menyebutkan “air laut dan banjir.” Gambaran ini melambangkan kekuatan besar yang berada di luar kendali manusia, yang kerap mendatangkan kekacauan dan bahaya. Meskipun demikian, pemazmur dengan teguh menyatakan keyakinannya bahwa kuasa Allah melampaui segala sesuatu. Takhta-Nya berdiri tegak dan kekal selama- lamanya.
Sahabat Senior, perubahan memang tidak terelakkan dalam kehidupan. Ada kalanya perubahan membawa kegembiraan, tetapi tidak jarang pula menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Dalam segala keadaan, bahkan dalam situasi yang paling buruk sekalipun, marilah kita belajar percaya seperti pemazmur bahwa Tuhan telah tegak sejak dahulu kala. Artinya, kuasa-Nya tidak pernah tergantikan dan kasih-Nya tetap untuk selama-lamanya.
DOA:
Ya Tuhan, kami percaya apa pun yang terjadi, Engkau adalah sandaran kami yang kokoh. Amin.
