Tsunami di Aceh terjadi pada 26 Desember 2004. Bencana ini dipicu oleh gempa berkekuatan 9,1–9,3 magnitudo di lepas pantai barat Sumatra. Gelombang tsunami setinggi lebih dari 30 meter menghantam pesisir Aceh dan berbagai negara di sekitar Samudra Hindia, menyebabkan lebih dari 230.000 orang meninggal dunia. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu tsunami paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Tsunami tersebut membuka mata banyak orang tentang kedahsyatan alam sekaligus menyadarkan manusia akan kebesaran dan kekuasaan Sang Pencipta.
Tidak terbayangkan apa yang terjadi pada zaman Nuh ketika air bah melanda seluruh bumi. Namun, di tengah kedahsyatan murka-Nya terhadap dunia yang rusak, Allah tetap memperhatikan kelangsungan hidup setiap makhluk setelah air bah. Selain menyelamatkan Nuh dan keluarganya, Allah juga memerintahkan Nuh untuk membawa segala jenis binatang, masing-masing dengan pasangannya. Nuh menaati perintah TUHAN itu dengan setia dan tanpa keraguan. Ketaatan Nuh menjadi jalan lahirnya harapan akan keberlanjutan kehidupan seluruh makhluk di bumi.
Sahabat Senior, sesungguhnya, di tengah bencana, musibah, peperangan, kelaparan dan penderitaan, manusia masih dapat berharap untuk melihat rahmat Allah. Yang dibutuhkan dari kita adalah kepercayaan yang teguh serta ketaatan yang penuh kepada kehendak-Nya.
DOA:
Ya Tuhan, kami mau percaya dan taat bahkan meskipun kami belum mengerti sepenuhnya jalan-jalan-Mu. Amin.
