John Stephen Akhwari adalah seorang pelari maraton berkebangsaan Tanzania yang diutus negaranya untuk mengikuti Olimpiade di Mexico City pada tahun 1968. Ia merupakan salah satu pelari terbaik dari Benua Afrika. Namun, Akhwari bukanlah pemenang di Mexico City. Ia mengalami kram otot saat sudah mencapai 3/4 bagian lomba. Ia sempat jatuh karena tertabrak dan mengalami dislokasi pada bahu dan lututnya. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, ia tetap berlari menuju garis akhir walaupun mengalami cedera. Semua orang yang masih berada di stadion takjub dan bertepuk tangan untuk mendukungnya. Sesampainya di garis akhir, seorang wartawan bertanya kepada Akhwari mengapa ia terus melanjutkan lomba dan tidak menyerah. Jawaban Akhwari, “Negara saya tidak mengirim saya ke Mexico City untuk memulai perlombaan; mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan.
Teens, berjalan dan bertahan sampai akhir bukanlah hal yang mudah. Seperti yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, ada banyak hal yang dapat membuat mereka menyerah, seperti penderitaan, penyiksaan, bahkan kematian karena mereka adalah pengikut Tuhan. Di antara mereka pun terjadi penyesatan dan tindakan kebencian sehingga kasih menjadi dingin. Tidak mudah untuk terus bertahan di dalam dan di jalan Tuhan. Namun, bagi mereka yang mau melakukannya, akan ada keselamatan dari Tuhan. Mereka menjadi saksi-saksi yang mewartakan Injil melalui hidup dan kesetiaan mereka.
Teens, kamu juga dipanggil menjadi saksi yang bertahan sampai akhir dalam kesetiaan dan komitmen mengikut Tuhan. Seperti Akhwari yang menuntaskan pertandingan dan mencapai garis akhir, kamu pun dipanggil untuk belajar setia dan berjuang di dalam Tuhan sampai akhir hidupmu. Selamat berjuang mencapai garis akhir!
