Mengapa saat terjadi razia kendaraan bermotor terhadap pengendara yang melawan arus, banyak di antara mereka yang tertangkap justru tidak merasa bersalah? Para pelanggar aturan lalu lintas itu membenarkan diri dengan berbagai alasan. Salah satu alasan yang cukup populer adalah bahwa orang lain juga terbiasa melewati jalan tersebut. Kebiasaan-kebiasaan buruk ini kemudian menjadi contoh bersama sehingga rambu-rambu lalu lintas tidak lagi dijadikan pedoman. Apakah dengan alasan seperti ini rambu-rambu lalu lintas lantas boleh dilanggar? Tentu saja tidak. Namun, hal ini akan terus berulang karena ada pihak yang memberi contoh dan merasa dirinya benar. Orang terbiasa mengikuti apa yang “nyaman” meskipun itu salah.
Teens, Tuhan Yesus memperingatkan para murid-Nya agar bersikap cermat, berhati-hati, dan tidak mudah percaya. Akan datang waktunya banyak penyesat yang mengaku bahwa dirinya adalah Mesias. Orang yang salah percaya, sedikit demi sedikit, akan terperangkap dalam kesesatan yang tidak disadarinya sehingga semakin lama semakin terjerat. Kata-kata Tuhan Yesus kepada para murid-Nya menjadi nasihat yang mengingatkan bahwa penyesatan dapat terjadi di mana saja, termasuk melalui hal-hal yang tampak ajaib, tetapi bukan berasal dari Tuhan.
Teens, kamu pun dipanggil untuk berhati-hati dalam mendengarkan dan memperhatikan hal-hal yang ada di sekitarmu. Sebab, sangat mudah untuk menyesatkan diri dengan mengikuti kebiasaan buruk dan kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang, yang pada akhirnya sulit untuk dilepaskan. Salah percaya membuat dirimu mengalami kekeringan rohani, tidak bertumbuh dalam firman Tuhan, bahkan kehilangan sukacita dalam membaca dan merenungkannya. Cegahlah hal itu dengan mendekat kepada Allah serta membaca dan merenungkan firman-Nya dari hari ke hari.
