Dalam berbagai film action ataupun sci-fi yang menceritakan tentang bencana atau akhir dunia, selalu ada adegan ketika tokoh utama berusaha menyelamatkan diri dengan meninggalkan segala sesuatu. Ada pula tokoh-tokoh lain yang memerankan orang-orang yang kesulitan melarikan diri atau menjauh dari bencana karena hati mereka masih terpaut pada barang-barang ataupun harta milik yang tidak dapat dipindahkan saat bencana melanda. Adegan ini memunculkan pertanyaan reflektif: mengapa ikatan terhadap barang-barang tertentu dapat menghalangi seseorang untuk memiliki kejernihan berpikir, bahkan membuatnya menjadi korban karena kegamangan hati?
Teens, hal yang sama juga muncul dalam teks kita hari ini. Ketika siksaan berat terjadi, orang-orang perlu menyelamatkan diri dengan melepaskan dan meninggalkan segala sesuatu untuk menuju pegunungan, yang menggambarkan tempat aman dan tempat berlindung. Mereka merelakan harta duniawi dan bertahan dengan apa adanya. Mereka bersiap siaga serta melepaskan diri dari ikatan-ikatan yang dapat menghalangi langkah menuju tempat perlindungan yang aman. Mereka berjaga dan berdoa. Mereka siap siaga ketika tanda-tanda yang dinyatakan telah terjadi. Oleh karena orang-orang pilihan Allah, masa siksaan itu tidak akan dibiarkan berlangsung lama; waktunya akan dipersingkat sehingga banyak orang dapat diselamatkan dan tidak binasa.
Teens, ternyata ada hal-hal yang harus direlakan untuk menemukan perlindungan dari Tuhan. Hal ini tentu tidak mudah. Karena itu, Tuhan meminta kamu bersiap siaga dan rela melepaskan sesuatu dari hidupmu agar tidak menghalangimu menemukan penyertaan dan pertolongan-Nya. Ingatlah, keberanian untuk merelakan akan menolongmu mengalami penyertaan Tuhan. Kamu pasti bisa, sebab Tuhan beserta.
